Monday, 09 December 2019

Tarif Berbayar LRT Diberlakukan, Warga Keluhkan Besaran Deposit

Senin, 2 Desember 2019 — 21:18 WIB
Angkutan Lintas Rel Terpadu (LRT) (deny)

Angkutan Lintas Rel Terpadu (LRT) (deny)

JAKARTA – Angkutan Lintas Rel Terpadu (LRT) telah beroperasi secara berbayar mulai Minggu (1/12/2019), dengan tarif Rp5 ribu, baik jarak dekat maupun jauh. Meski demikian, banyak calon penumpang belum mengetahui dan juga mengeluhkan adanya deposit yang terlalu besar.

Yasmin (24), salah satu warga Jakarta, mengatakan baru mengetahui setelah akan masuk ke peron stasiun bahwa moda transportasi massal tersebut tidak lagi gratis .

“Tadi pas masuk ada spanduk bertuliskan per 1 Desember tarif LRT Rp5 ribu, artinya sudah tidak gratis lagi ya,” ucapnya, Senin (2/12/2019).

Menurut karyawati sebuah mal di Kelapa Gading tersebut, tarif yang diterapkan tersebut relatif murah dan terjangkau. Namun saja, adanya deposit Rp15 ribu bagi penumpang yang membeli tiket secara tunai dirasakan dirinya sangat besar.

loket LRT

“Untuk deposit pembelian tiket dengan uang tunai itu terlalu besar ya, kan kasihan kalau yang tidak banyak uang tapi ingin naik LRT,” ungkapnya saat di Stasiun Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Keluhan serupa juga diungkapkan penumpang LRT Jakarta lainnya, Andri, 17. Bagi pelajar sepertinya tersebut, jumlah deposit untuk pembelian tiket dengan uang tunai dirasa terlalu besar . “Ya kalau bisa depositnya Rp5 ribu saja , disamakan dengan harga tiket,” sarannya.

Pembelian tiket LRT Jakarta , dapat dilakukan dengan cara menggunakan kartu uang elektronik atau dengan membayar tunai/ cash di loket pembelian yang ada di setiap tiap stasiun. Namun, bagi mereka yang membeli dengan cara tunai penumpang dikenakan deposit Rp15 ribu.

penumpang LRT

Sementara itu, pantauan Pos Kota di hari kedua mulai diberlakukannya tarif berbayar , moda transportasi massal tersebut masih terlihat sepi. Dari setiap gerbong yang ada, jumlah penumpangnya sendiri dapat dihitung dengan jari tangan atau menyisakan banyak bangku kosong.

Corporate Communication Manager PT LRT Jakarta, Melissa Suciati mengatakan, masih banyak penumpang yang masih proses adaptasi dari yang belum berbayar sampai berbayar. Pihaknya juga, banyak memgerahkan petugas disetiap sudut stasiun untuk membantu penumpang yang informasi pelayanan.

“Kalau untuk jumlah penumpang sendiri kita belum dapat merinci , tunggu sepekan setelah operasional baru akan dirilis. Setelah seminggu nanti juga, kami akan lakukan evaluasi,” ujarnya kepada awak media. (deny/win)